Peninggalan Sekala Brak



Situs Megalitikum Batu Brak

Situs megalitik zaman Prasejarah, termasuk di dalamnya adalah peninggalan Kerajaan Sekala Brak di antaranya Situs Megalitik Batu Brakk, Situs Megalitik Batu Jagur, Situs Megalitik Telaga Mukmin, dan Situs Megalitik Batu Bertulis (Prasasti Hujung Langit).
Bagi sebagian orang di Lampung, Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai cikal bakal masyarakat Lampung. Kerajaan Sekala Brak merupakan kerajaan yang pada awal berdirinya terletak di Dataran Belalau dan berada di sekitar Danau Ranau. Kini, termasuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Barat. Dari wilayah Kerajaan Sekala Brak ini kemudian menyebar ke seluruh pelosok Lampung seturut dengan aliran sungai. Aliran sungai tersebut di antaranya: Way Seputih, Way Komering, Way Kanan, Way Semangka, Way Sekampung, Way Tulang Bawang, dan anak-anak sungainya sehingga sampai ke Palembang dan pertemuan laut Sunda dan Banten. Sekala Brak bermakna agung bagi orang Lampung yang didapat berdasarkan cerita turunmenurun dalam bentuk warahan, warisan kebudayaan, dan adat istiadat. Pada masa awal berdirinya, Kerajaan Sekala Brak dihuni oleh Buai Tumi dan beragama Hindu Bairawa.

Situs Megalitik Batu Brak. Di situs ini terdapat Batu Maqom Selalau, Titik patok Wilayah yaitu mulai dari Maqom Selalau kearah utara sampai ke tebu tegantung yang berbatasan dengan Kerajaan Sungai Limau Bengkulu adalah wilayah Kepakisan Nyerupa, sedangkan mulai dari Maqom Selalau terus ke arah selatan sampai menjumpai Tikokh Bekhak di daerah Tanggamus adalah wilayah Sekala Brak, juga termasuk Suoh dan Batu brak sekarang ini. Demikian tertulis dalam Tambo, tapi saat itu belum ada marga marga berdiri, baru kemudian setelah rentang waktu yang lama, banyak pendatang menuju wilayah pesisir. Selain itu juga terdapat Batu Kenyangan dan Batu Hujung Langit.