Pada Masa Pra Islam



Masyarakat Adat Lampung, berdasarkan geneologis atau garis keturunan turuntemurun Paksi Pak Sekala Brak pada masa pra Islam, merupakan suatu bagian dari sebuah terminologi yang tidak pernah terpisahkan dari peradaban komunitas masyarakat Lampung di tanah Lampung, karena Sekala Brak ada sebagai bagian daripada Lampung itu sendiri. Pada masa  enyebaran Islam, Suku Tumi yang menghuni wilayah Sekala Brak kuno dan beraliran Animisme di kalahkan oleh empat orang Bangsawan. Pada masa penyebaran Islam, Suku Tumi yang menghuni wilayah Sekala Brak kuno dan beraliran Animisme di kalahkan oleh empat orang Bangsawan. Keempat bangsawan yang kemudian disebut sebagai Umpu tersebut bernama Maulana Pernong, Maulana Belunguh, Maulana Nyerupa dan Maulana Bejalan Diway. Kedatangan mereka ke Sekala Brak didampingi oleh nenek mereka yaitu Ratu Gumelar Paksi dan paman mereka yaitu Ngegalang Paksi. Pada awal kedatangan mereka ke sebuah negeri yaitu Sekala Brak kuno yang masyarakatnya menganut kepercayaan Animisme, ditandai dengan cara beribadah masyarakat tersebut dengan menyembah sebuah pohon Belasa atau Nangka namun berdahan Semukau, artinya sebuah pohon yang mempunyai dahan yang berbeda, itulah yang mereka jadikan sesembahan kala itu. Langkah-langkah dalam mengislamkan masyarakat Sekala Brak kuno, mereka lakukan dengan berbagai cara, dengan berdialog dan pendekatan persuasif kepada masyarakat Sekala Brak kuno. Namun, semua proses yang mereka tempuh tidak menemukan titik temu, sehingga akhirnya terjadilah pertempuran. Saat itu yang berkuasa di Sekala Brak adalah Ratu Sekeghumong yang merupakan anak dari Ratu Sangkan serta cucu dari Ratu Mucah Bawok. Setelah melalui pertempuran yang cukup sengit pada abad ke-6 M yang berlangsung sejak tahun 501 M hingga tahun 601 M, Suku Tumi Sekala Brak Kuno berhasil dikalahkan oleh Empat Umpu beserta para pengikutnya, bahkan Ratu Sekeghumong berhasil dibunuh menggunakan sebuah keris bernama “Rakian Istinjak Darah”.

Setelah pertempuran itu mulailah berdiri Kerajaan Islam di Bumi Sekala Brak dengan melakukan proses pengislaman Pada Abad Ke-12, yang berlangsung sejak tahun 1101 M kepada seluruh masyarakat Sekala Brak. Bagi kelompok yang tidak menganut agama Islam mendapat sanksi, yaitu diturunkan derajat sosialnya seperti manjadi buruh, dijual dan sebagainya. Namun akan diangkat derajatnya apabila mereka memeluk agama Islam. Setelah berhasil memenangkan Perang Sekala Brak I yang diperkirakan terjadi pada abat ke-13 M tahun 1283 M, keempat Umpu tersebut memutuskan untuk mendaki Gunung Pesagi dan mereka membuat satu kemufakatan diatas Gunung Pesagi untuk menjadikan negeri Sekala Brak, sebagai satu negeri yang dibagi menjadi Empat bagian wilayah yang dipimpin oleh 4 bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Empat Kepaksian. Paksi itu sendiri artinya adalah tinggi. Jadi bisa diartikan bahwa Empat Kepaksian adalah Empat pemegang pucuk kepemimpinan tertinggi didalam komunitas adat. Mereka membentuk satu persekutuan yang bernama Paksi Pak Sekala Brak yang artinya Empat Pemegang Kekuasaan Adat Tertinggi di Bumi Sekala Brak. Kepaksian saat itu dapat diartikan sebagai Kerajaan dalam terminologi saat ini, mengingat struktur organisasi adat dalam Kepaksian sama seperti struktur Kerajaan yang mencakup: Kemudian pohon Belasa Kepampang atau Nangka yang menjadi sesembahan mereka dahulu ditebang dan dipotong menjadi dua bagian dan diberi nama Pepaduan yang dijadikan tempat untuk melakukan ritual pengislaman.

1.  Sejarah, terutama sejarah penaklukan yang memang dimiliki oleh semua Kerajaan yang pernah atau masih berdiri hingga saat ini. Sejarah penaklukan merupakan hal penting bagi sebuah Kerajaan untuk menunjukkan satu kekuatan dan keunggulan dari sebuah komunitas yang berdiri, seperti halnya Kepaksian Paksi Pak Sekala Brak yang menaklukkan Sekala Brak Kuno.

2.   Wilayah, wilayah asli Kepaksian Paksi Pak Sekala Brak meliputi 2 Kabupaten saat ini yaitu Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesisir Barat serta daerah Ranau yang merupakan bagian dari wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).

3.  Rakyat, rakyat Kepaksian Paksi Pak Sekala Brak saat itu merupakan rakyat rakyat Suku Tumi yang telah takluk dan menyatakan tunduk kepada 4 Kepaksian, lalu mereka dibagi menjadi 4 bagian untuk menjadi pengikut keempat Umpu, dan pasukan-pasukan pengikut keempat Umpu yang berasal dari daerah mereka sebelumnya.

4.    Struktur Kerajaan, dimana terdapat pimpinan tertinggi dalam 4 Kepaksian yakni Umpu Pernong di Kepaksian Pernong, Umpu Belunguh di Kepaksian Belunguh, Umpu Nyerupa di Kepaksian Nyerupa dan Umpu Bejalan Diway di Kepaksian Bejalan Diway. Keempat Umpu tersebut diangkat sebagai Raja Pertama di wilayah kekuasaannya masing-masing yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Sultan, kemudian secara turun temurun setiap generasi ada pengangkatan seorang Sultan dari garis keturunan sultan-sultan sebelumnya.

5.     Kepaksian pernong mempunyai kerabat yg mendiami sepanjang pesisir tanah lampung mulai dari tanah ranau sampai pesisir barat , dari tanjung sakti pesisr barat sampai tanjung tuha pesisr kalianda lampung selatan dan mulai sepanjang way suluh pesisr barat melintas tanjung cina terus meretas pesisir semangka melewati tanggamus pesawaran dan masuk pesisir teluk dan masuk ke pesisir kaliandak yang sekarang disebut Tanah way handak yg di pegang lima saibatin makhga kerabat sekala brak di way handak. Setelah Bumi Sekala Brak dibagi menjadi 4 bagian wilayah oleh keempat Umpu tersebut, lalu mereka mufakat untuk membagi segala sesuatunya secara adil dan sama rata termasuk membagi rakyat untuk menjadi pengikut, sampai ke pusakapusaka sisa pertempuran dan hasil rampasan semua terbagi menjadi 4 bagian secara serentak. Setelah pembagian wilayah menjadi 4 bagian tersebut, masing-masing Kepaksian menetapkan pusat pemerintahan wilyahnya sesuai dengan batas-batas teritorial kekuasaan.