Sekala Brak Masa Kini



Kerajaan Sekala Brak masih terjaga hingga saat ini, namun sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kerajaan tidak lagi memegang tampuk Pemeritahan, Sekala Brak menjelma menjadi Kerajaan Adat dengan sebutan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, dan bernaung dalam NKRI. Batas-batas wilayah kerajaannya masih sangat jelas, "Gedung Dalom" sebutan untuk Keraton/Istana masih berdiri tegak dengan agungnya, Pemanohan/Pusaka terpelihara, Lambang masing-masing Kepaksian tetap terjaga, Pucuk pimpinan yaitu "Sai Batin" tetap eksis, struktur pemerintahan adat baik di gedung dalom maupun di marga adat dan pekon-pekon (desa-desa) masih lengkap, dan yang terpenting pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarkat adatnya tetap utuh bahkan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan hiyukh sumbai. Dan tidak ada seorang pun anggota masyarkat adat yang tidak jelas identitasnya. Hubungan setiap komunitas adatnya dengan Gedung Dalom bisa ditelusuri dengan baik dan jelas. Masing-masing paksi dipimpin oleh Sai Batin yang bergelar Sultan dan sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa ke empat Sai Batin / Sultan di Paksi Pak Sekala Brak mempunyai derajat yang sama dan saling menghormati, sehingga terjagalah keharmonisan diantara mereka. Sai Batin dimaknai sebagai satu orang pemilik :

1. Sai Batin Kadau Adat / pemilik adat

2. Sai Batin Kedau Harkat / pemilik harkat

3. Sai Batin Kedau Derajat / pemilik derajat

4. Sai Batin Kedau Rakyat / pemilik rakyat

5. Sai Batin Kedau Pemanohan / pemilik pusaka

6. Sai Batin Kedau Pepaduan / pemilik singgasana

7. Sai Batin Kedau Bumi Keratun / pemilik wilayah kerajaan

8. Sai Batin Mejong Dihejongan / menduduki tahta.


Gelar Sultan hanya untuk “Sai Batin” di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, yang melekat pula pada gelar Sultan adalah Dalom, dan Pangerankhusus bagi Sultan Paksi Pak yang dahulu pernah mempunyai hubungan khusus dengan kerajaan Ingris, sedangkan Permaisuri “Sai Batin” bergelar Ratu. Kemudian untuk "Sai Batin" Marga/Kebandakhan bergelar Suntan/Suttan, Pangean atau Dalom, sedangkan dalam stratifikasi gelar yang berkaitan dengan jabatan (struktur) adat dalam masyarakat adat Paksi Pak Sekala Brak berturut-turut sebagai berikut :

  1. SULTAN/PANGERAN/DALOM
  2. RAJA/DEPATI
  3. BATIN
  4. RADIN
  5. MINAK
  6. KIMAS
  7. MAS

Di bumi Sekala Brak, "Adok dan Tutur jadi kehangguman" karena "Adok dan Tutur" menunjukkan tingkat kebangsawanan seseorang.

Kiprah Kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak di Kerajaan Nusantara ditandai dengan bergabungnya Paksi Pak Sekala Brak dalam Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) serta Asosiasi Kerajaan dan Keraton Indonesia (AKKI) yang dalam hal ini Paksi Pak diwakili oleh Kepaksian Pernong dibawah naungan Paduka Yang Mulia Peniakan Dalom Beliau Drs.Pangeran Edward Syah Pernong, SH.MH. Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-XXIII. Pada berbagai kesempatan bertemu dengan para Raja dan Sultan se-Nusantara, Peniakan Dalom Beliau Pangeran Edward Syah Pernong selalu mengatakan bahwa  Beliau hanyalah salah satu dari empat Sultan di Paksi Pak Sekala Brak yang derajatnya sama tidak ada yang lebih antara satu dengan yang lainnya. Semoga ruh agung Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak akan senantiasa menambah keindahan Pelangi Nusantara.